Image default
Nasional

MAKI Ungkap Tommy Sumardi Tertangkap CCTV Datang menuju Ruangan Brigjen Prasetijo serta Irjen Napoleon

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengungkapkan pertemuan Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte tertangkap kamera CCTV. Ketiganya diketahui ditetapkan tersangka dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyebut Tommy Sumardi diketahui salah satu pihak yang membantu mengurus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Salah satu cara mengurusnya, ia melobi sejumlah jenderal polisi untuk minta dibantu proses penghapusan red notice.

"Berkaitan dengan prosesnya bahwa Brigjen PU mengakui TS datang ke ruangannya minta diperkenalkan dengan NB," kata Boyamin dalam keterangannya, Selasa (18/8/2020). Namun demikian, ia tidak menjelaskan waktu Tommy mendatangi ruangan Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon. Yang jelas, ia pertama kali mendatangi ruangan Brigjen Prasetijo terlebih dahulu untuk minta diperkenalkan kepada Irjen Napoleon.

"Kalau bicara alat bukti itu rekaman CCTV ada yang memperlihatkan TS mendatangi Brigjen PU dan diantar ke ruangannya NB," jelasnya. Saat mendatangi ruangan itu, Boyamin menyebut Tommy diduga memberikan sejumlah uang yang telah dibawanya di dalam sebuah tas. Dalam rekaman CCTV juga terlihat Tommy membawa tas saat masuk ruangan kedua jenderal polisi tersebut.

"Proses pemberian uang itu Brigjen PU didatangi oleh TS dalam keadaan membawa tas kemudian ke luar dari ruangannya PU masih membawa tas tersebut. Tapi ketika mendatangi ruangan NB masih membawa tas tapi ke luarnya sudah tidak membawa tas. Itulah kira kira alur yang mestinya diungkap oleh Bareskrim," ungkapnya. Dia menambahkan uang yang diberikan kepada Brigjen Prasetijo diduga mencapai 20 ribu dollar AS. Untuk Irjen Napoleon, diduga lebih besar dari yang diterima oleh Prasetijo Utomo. "Berapa kemudian yang diduga TS kepada NB? ya saya belum bisa memastikan jumlahnya tapi diduga lebih besar yang diterima oleh Brigjen PU. Sebagai klunya itu lebih besar dari 20 ribu USD," bebernya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi penyidik Bareskrim Polri yang bertindak cepat mengungkap kasus dugaan korupsi dalam penghapusan red notice tersebut. "Saya yakin kepolisian RI on the track, sangat cepat, profesional sehingga saya pada posisi selesai tugas saya untuk melakukan proses penyampaian informasi," ujarnya.

Berita Terkait

Proses Pemilihan Komisioner KPU RI di DPR Munculkan Lobi Politik

Maya Rosfi'ah

Masyarakat Pertanyakan Data dari Kemensos Tercatat Hanya 9 Keluarga yang Menerima Bansos di Warakas

Maya Rosfi'ah

Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut Kiai Tanggapi Pernyataan Permadi Arya Soal Cadar

Maya Rosfi'ah

Jenazah Afridza Munandar Akan Diterbangkan menuju Tanah Air Senin Siang

Maya Rosfi'ah

Tidak Ada WNI dalam Kecelakaan Pesawat Pakistan Kemenlu

Maya Rosfi'ah

Bupati Bengkalis Diperiksa Penyidik KPK Soal Korupsi Jalan

Maya Rosfi'ah

Butuh Sosok Komprehensif untuk Daya Ungkit Pertumbuhan Ekonomi Sektor Kelautan

Maya Rosfi'ah

Jaksa Tuntut Mantan Anggota DPR Markus Nari 9 Tahun Penjara Kasus E KTP

Maya Rosfi'ah

Sertifikasi Kompetensi Bisa Perbaiki Upah Kerja

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment