Image default
Nasional

Presenter Minta Lebih Berani Andrinof Tampak Ragu Ungkap Kelemahan Ahok soal ‘CEO’ Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan empat calon pemimpin ibu kota baru pada Senin, (2/3/2020). Ibu kota baru tersebut akan dikelola secara khusus oleh Badan Otorita yang segera dibentuk. Empat calon pemimpin itu antara lain, Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, lalu Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Direktur Utama Tumiyana, serta Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro.

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago mengungkapkan bahwa setiap kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, ada momen menarik saaat akan menyinggung kelemahan Ahok. "Tapi seperti yang saya katakan tadi, pertama masing masing ada plus plus minus ya," kata Andrinof seperti dikutip dari Kompas TV pada Jumat (6/3/2020).

Lalu, Andrinof mengungkap kelebihan Tumiyana yang ahli dalam bidang infrastruktur. Namun, untuk membangun Ibu Kota Baru tak cukup mementingkan masalah infrastruktur. "Pak Tumiyana kan ahli dalam infrastruktur lah, ya dalam membangun infrastruktur."

"Tapi tidak semua infrastruktur yang di bangun di sana," ujarnya. Sehingga, Andrinof menilai kekurangan Tumiyana adalah dalam bidang birokrasi. "Kita harus membangun masyarakat bagaimana pemerintah, persiapan pemerintahan, budaya dan segala macam."

"Nah itu kalau berbicara mengenai kekurangan kalau pilihannya Pak Tumiyana," ucap dia. Selanjutnya, saat mengungkap kelemahan Ahok, Andrinof tampak ragu. Sehingga, ia sempat diminta presenter untuk lebih 'berani' menyatakan pendapat mengenai kelemahan Ahok.

"Kalau Pak Ahok kita tahu orangnya cepat dan apa minta cepat," ujar Andrinof belum selesai. "Sebut saja semoga Pak Ahok tidak tersinggung, agak emosional begitu ya," timpal presenter. Lalu, Andrinof membenarkan apa yang diungkapkan presenter.

Apalagi, nantinya calon pemimpin ibu kota baru harus menghadapi banyak tantangan. "Ya, ya nah itu kan kalau dilihat tantangannya Pak Ahok ini masalah rumit loh, stake holdernya banyak sekali." "Dalam negeri, luar negeri, dalam negeri bukan main lagi banyaknya," ucap pria asal Padang ini,

Menurutnya, untuk menghadapi ibu kota baru diperlukan ketenangan meski harus siap kerja cepat "Kadang dibutuhkan sikap yang cool tapi kerja cepat, tangkas diperlukan," sambung Andrinof. Sementara itu, Bambang Brodjonegoro memiliki rekam jejak yang bagus di pemerintahan.

"Prof Bambang ya sudah tahulah dia sudah tahu komunikasi dengan DPR sejak di Kementerian Keuanngan, di Bappenas, sudah soal komunikasi beliau bagus." "Penguasaan jelas ya secara komprehensif, dia Beliau background akademik juga orang regional, makro tapi regional seperti itu," puji Andrinof. Namun, menurut Andrinof kelemahan Bambang terdapat pada sisi pembangunan infrastruktur.

"Mungkin kalau lapangan dalam infrastruktur mungkin beliau tidak punya pengalaman banyak di situ," sambungnya. Meski demikian, dengan adanya organisasi yang baik maka kelemahan kelemahan bisa teratasi. Sehingga, kerja sama yang baik memang sangat diperlukan.

"Tapi bisa saja nanti soal struktur organisasi itu unit unit saling melengkapi." "Lalu CEOnya yang punya pemahaman holistik, komprehensif, paham masalah, bisa membaca ke depan itu harus ada lawyer eksekutor yang jago," kata dia. Saat ditanya apa tugas pemimpin ibu kota, Andrinof menduga saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum ingin mencari Kepala Badan Otorita.

Pasalnya, harus ada undang undang terkait masalah badan otorita. "Nah tapi gini pertama yang harus dilihat kebutuhan apa dulu, posisi dan badan ini apa. Apakah ini badan persiapan atau badan otorita yang akan mengelola ibu kota negara." "Kalau badan otorita ibu kota negara saya kira harus menunggu undang undang pasti akan diperintahkan oleh undang undang ini badan," ujar Andrinof.

Ia menduga, calon pemimpin ibu kota baru hanya bertugas untuk mempersiapkan. Bukan mengelola ibu kota pada masa selanjutnya seperti layaknya gubernur. "Tapi saya duga ini adalah untuk persiapan untuk pemindahan selama kurang lebih lima tahun ke depan."

"Memimpin pelaksanaan dari perencanaan untuk membangun kota itu bukan mengelola kota itu ke depan bukan," ungkap dia Meski demikian, kandidat kandidat tersebut harus tahu betul terkait pemindahan ibu kota. Pasalnya, orang tersebut akan berurusan dengan banyak hal.

"Nah itu tentu kriterianya punya paham maksud dibangunnya ibu kota negara ini apa." "Seseorang yang harus paham kemudian nanti akan berurusan dengan urusan yang banyak sekali dengan dunia internasional, dengan DPR, kemudian tentu saja menjalankan perintah dari presiden, arahan dari presiden tentang ini," ungkap Andrinof. Andrinof mengatakan, tugas pemimpin itu adalah melanjutkan dari perencanaan besar yang sudah disusun terkait pemindahan ibu kota.

"Oleh karena itu menurut saya ini pekerjaan seseorang ya yang memimpin, menindaklanjuti perencenaan." "Perencaanaan yang sebagian masih jalan ya, rencana besarnya sudah, arahnya mau ke mana, nilai nilai prinsip prinsip sudah ada," jelas dia. Andrinof menambahkan, pemimpin persiapan ibu kota baru harus bisa menyesuaikan diri.

"Tapi ini kan tentu ada penyesuaian penyesuaian, ketika perencanaan teknis dibuat, diuji, dilihat di lapangan, lalu munculah aspirasi baru, lalu bagaimana ini mandat dari DPR nanti gitu itu yang akan diikuti oleh pimpinan atau CEO persiapan pemindahan ini," lanjutnya.

Berita Terkait

PR Penting Di Awal Pemerintahan Jokowi Maruf Amin Menteri Diminta Tidak Saling Serang

Maya Rosfi'ah

Jokowi : Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik

Maya Rosfi'ah

Kami Konsisten Dukung Presiden Dan Tak Urus Soal Jabatan Menteri Seknas Jokowi

Maya Rosfi'ah

Bahas Daftar Negatif Investasi Menhan Prabowo Subianto Merapat di Kantor Menko Perekonomian

Maya Rosfi'ah

Hasto Kristiyanto Beberkan Instruksi Megawati Jelang Perayaan HUT Ke-47 & Rakernas PDIP

Maya Rosfi'ah

Bedakan Persahabatan & Pencurian Beda Pendapat dengan Prabowo Soal Klaim Natuna Susi Pudjiastuti

Maya Rosfi'ah

di Antaranya Prabowo Subianto Tamu Undangan Berdatangan menuju Acara Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

Maya Rosfi'ah

Pembebasan Bersyarat Henry J Gunawan Tabrak Permenkumham

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Wajib Tegas Terhadap FPI Sekjen Bamusi

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment