Image default
Otomotif

Virus Corona Bikin Bisnis Angkutan Truk Ambles Hingga 60 Persen

Munculnya pandemi corona membuat banyak sektor usaha porak poranda dan dilanda kelesuan. Tidak terkecuali di bisnis jasa angkutan barang. Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan penurunan permintaan dari pengguna jasa truk hingga 60 persen. "Penurunan sektor yang paling terdampak adalah industri di luarconsumer goodsdanmedical. Kami perkirakan apabila pandemi semakin berkepanjangan maka tingkat permintaan hanya mencapai 10 persen," ujar Ketua umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan kepada kontan.co.id, Kamis (02/4/2020).

Gemilang memperkirakan jika dampak pandemi corona berlangsung selama 6 bulan, maka masa pemulihan bagi sektor logistik memakan waktu 1 tahun sampai 2 tahun. Karena itu Aptrindo bersama dengan pemerintah telah melakukan rapat koordinasi secara daring dengan pemerintah dan mengusullan sejumlah insentif yang dibutuhkan oleh pelaku jasa logistik. Antara lain pemotongan suku bunga pinjaman hingga 50%. Selain itu, asosiasi mengharapkan PPh 21 supaya ditiadakan selama 12 bulan.

PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan Relaksasi ketentuan PPh pasal 23 selama 12 bulan dan PPh pasal 25 juga dihilangkan. PPh 23 memuat pajak yang dipotong atas penghasilan yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong oleh PPh 21.

Sementara, PPh pasal 25 merupakan pajak yang dibayar secara angsuran. Aptrindo juga mengharapkan bantuan percepatan modal kerja dari pemerintah. Aptrindo juga meminta agar pemerintah dengan tegas tetap menjamin operasional angkutan barang selama masa pandemi virus corona (Covid 19). "Angkutan barang tidak semestinya terpengaruh dan dibatasi oleh adanya kebijakan karantina wilayah di daerah," ujarnya.

"Jadi dalam hal ini pengusaha yang harus mempersiapkan pengemudi agar memenuhi standar kesehatan agar terbebas penularan virus Covid 19," jelas Gemilang. Menurutnya, para pengusaha di sektor pelayanan publik terutama di sektor logistik menjadi vital di tengah adanya bencana baik alam maupun non alam seperti pandemi Covid 19. Gemilang mengimbau bagi para pekerja agar bekerja dari rumah seperti arahan dari pemerintah.

Walaupun sektornya termasuk yang terdepan berhadapan dengan virus, menurutnya bekerja di rumah dapat dilakukan oleh para karyawan kecuali pengemudi truk.

Berita Terkait

DFSK Ajak Konsumen Loyal Kumpul Bareng di Akhir Pekan

Maya Rosfi'ah

Honda Genio, Skutik Rasa Retro Terbaru Bermesin 110 CC Hari Ini Mengaspal

Maya Rosfi'ah

Dominator Matte Black Ada Pilihan Warna Baru Honda CBR150R

Maya Rosfi'ah

Sales Mitsubishi Bocorkan Harga Xpander Cross dari Rp 285 Juta

Maya Rosfi'ah

Ini Penjelasannya Denda Tilang Polisi Jika Tidak Punya SIM & Lupa Bawa SIM Berbeda Catat

Maya Rosfi'ah

Juara Dakar Rally, Teruhito Sugawara Sapa Pengunjung GIIAS 2019

Maya Rosfi'ah

Daihatsu Pastikan Tak Ada Mobil Pengganti Recall Luxio & Gran Max

Maya Rosfi'ah

Mitsubishi Outlander Terbaru dengan Platform Aliansi Rilis di Akhir 2020

Maya Rosfi'ah

Workshop Hardy Classic Pindah menuju Cikunir Raya

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment